RSS

Arsip Kategori: Umar ibn Abdul ‘Aziz

Dua Umar dan Gempa Bumi

Gempa bumi dan bencana lainnya yang melanda Indonesia merupakan fenomena yang mudah kita jumpai dimana-mana. Berbagai pakarpun meneliti sebab-sebab terjadinya bencana yang melanda negeri ini secara beruntun seakan tak pernah ada putusnya dan merupakan mata rantai yang selalu menyambung.

Tetapi, tahukah kita bahwa pada zaman nabi dan para sahabat, bencana ini juga pernah melanda, dan yang paling terkenal adalah kisah gempa bumi pada zaman dua Umar, yaitu pada masa kekhalifahan Umar ibn Khattab dan Umar Ibn ‘Abdul ‘Aziz..

Berikut kisahnya:

Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, “Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.” Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, “Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!”
Read the rest of this entry »

 

Kesungguhan Khalifah Umar Bin Abdul Azis Dalam Qiyamullail

Kisah:

Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah adalah salah satu sosok khalifah yang sangat bersemangat dalam mengerjakan qiyamullail. Marilah kita dengar penuturan Fatimah yang merupakan isteri Umar bin Abdul Aziz, menceritakan tentang qiyamullail suaminya ini.
Fatimah Rahimahullah berkata,
“Umar bin Abdul Aziz, jika masuk ke rumah, dia langsung menuju ke mushallanya, kemudian dia menangis dan berdo’a sampai kedua matanya lelah (tidur), kemudian bangun. Seperti itulah yang dia lakukan di setiap malam.” (Taarikh Khulafa, As-Suyuthi)
Fatimah Rahimahullah berkata, Read the rest of this entry »

 
 

Tag: , , , , , , ,

Umar dan Lilin Negara

Kisah:

Suatu hari datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampai di depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang. Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya. Utusan itu pun mengatakan, “Beritahu Amirul Mukminin bahwa yang datang adalah utusan gubernurnya.” Penjaga itu masuk untuk memberitahu Umar yang hampir saja berangkat tidur. Umar pun duduk dan berkata, “Ijinkan dia masuk.”

Utusan itu masuk, dan Umar memerintahkan untuk menyalakan lilin yang besar. Umar bertanya kepada utusan tersebut tentang keadaan penduduk kota, dan kaum muslimin di sana, bagaimana perilaku gubernur, bagaimana harga-harga, bagaimana dengan anak-anak, orang-orang muhajirin dan anshar, para ibnu sabil, orang-orang miskin. Apakah hak mereka sudah ditunaikan?Apakah ada yang mengadukan? Read the rest of this entry »

 
 

Tag: , , , ,

Biografi Umar ibn Abdul ‘Aziz (61 – 101 H)

Pengantar Kisah

Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.

“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu.
“Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak.
“Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Tho insyaallah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.
“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rab dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.

Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin shalat Subuh. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si anu dan selidikilah keluarganya.”
Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 21, 2010 in Kisah Sahabat, Umar ibn Abdul 'Aziz

 

Tag: , , , ,

“Madu ini tidak Halal kita makan…”

KISAH :

Rayyah bin Ubadah berkata:

Umar bin Abdul Aziz sangat suka makan dengan bercampur madu. Pada suatu hari dia meminta sedikit madu dari istrinya, tetapi dia tidak punya. Beberapa saat setelah itu, dia memberinya madu dan Umar merasa senang. Lalu dia berkata kepada istrinya: “Dari manakah madu ini kalian dapatkan?” Istrinya menjawab: “Aku menyerahkan dua dinar kepada pembantuku untuk membeli madu dengan memakai kuda pos. Lalu dia membelikannya untukku.” Umar berkata: “Aku bersumpah agar kamu menyerahkan semuanya kepadaku.”
Read the rest of this entry »

 
 

Tag: , , ,

Serigala pun Tidak Memangsa Kambing

KISAH :

Malik bin Dinar berkata:
“Ketika Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah, para penggembala kambing di puncak gunung berkata: ‘Siapakah khalifah yang saleh yang sedang memerintah manusia sekarang ini ?’
Lalu orang-orang yang berasal dari kota bertanya kepada mereka: ‘Mengapa kalian mengetahui semua itu?’
Para penggembala menjawab: ‘Sesungguhnya pemerintahan apabila dipegang oleh seorang khalifah yang saleh, serigala dan singa tidak akan mengganggu kambing-kambing kami !’ “
Read the rest of this entry »

 
 

Tag: , , , , ,

Saya Tidak Akan Mau Lagi Menjadi Gubernur

Fadhal bin Rabi berkata: “Aku mendengar Fudhail bin Iyadh berkata: ‘Aku mendengar salah seorang gubernur Umar Bin Abdul Aziz melapor kepadanya. Kemudian Umar mengirim sepucuk surat kepadanya yang berisi:

Wahai saudaraku, aku memperingatkan kamu sepanjang malam dengan penduduk neraka yang masuk kedalam neraka selama-lamanya. Janganlah sampai kamu memasukinya. Ia akan menjadi masa yang paling terakhir dan harapan yang sudah putus“.
Read the rest of this entry »

 
 

Tag: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.