RSS

Kewirausahan Tausyiah Aa Gym

21 Mei

Kewirausahan K.H. Abdullah Gymnastiar Hal yg sangat patut direnungkan oleh umat Islam dan ini menjadi kendala bagi kemajuan umat adl faktor leadership dan kemampuan manajemen. Dampak pun jelas dengan dua titik lemah ini potensi yg banyak tak terbaca tak tergali secara maksimal dan tak bisa dikembangkan menjadi sebuah sinergi yg memiliki dampak besar bagi kemajuan umat.

Kelemahan leadership dan manajerial ini ternyata dapat kita telusuri dgn mengamati bagaimana pemahaman umat tentang sifat Rasulullah SAW. Diantara titik-titik yg kurang tersentuh secara maksimal adl bagaimana umat Islam mempelajari masa muda Rasulullah SAW sebelum menjadi nabi.

Dari beberapa literatur yang didapat betapa jiwa entrepreneurship Rasulullah di bidang wirausaha begitu mendominasi sehingga beliau berkembang menjadi seorang pemimpin yg memiliki jiwa entrepreneur dan keterampilan manajemen yg baik utk mengelola sebuah dakwah sebuah sistem yg bertata nilai kemuliaan Al Islam.

Pada waktu Rasulullah masih kecil beliau sudah mempunyai sebuah proyek utk menjaga kehormatan harga diri agar tak menjadi beban bagi kehidupan ekonomi paman Abu Thalib yang memang tak tergolong kaya. Beliau mendapat upah dari menggembalakan beberapa ekor kambing miliki orang lain yg secara otomatis mengurangi biaya hidup yg harus ditanggung oleh paman ini.

Pada usia 12 tahuan sebuah usia yg relatif muda beliau melakukan perjalanan dagang ke Syiria bersama Abu Thalib. Beliau tumbuh dewasa di bawah asuhan paman ini dan belajar mengenai bisnis perdagangan darinya. Bahkan ketika menjelang dewasa dan menyadari bahwa paman bukanlah orang berada serta memiliki keluarga besar yang harus diberi nafkah Rasulullah mulai berdagang sendiri di kota Mekkah.

Bisnis diawalai dgn sebuah perdagangan taraf kecil dan pribadi yaitu dgn membeli barang dari satu pasar dan menjual kepada orang lain. Aktivitas bisnis lain dgn sejumlah orang di kota Mekkah pun dilakukan. Dengan demikian ternyata Rasulullah telah melakukan aktivitas bisnis jauh sebelum beliau bermitra dgn Khadijah. Dan inilah yg membuahkan pengalaman yg tak ternilai harga dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan pada diri Rasulullah.

Ciri yg sangat khas dari aktivitas bisnis yg dilakukan oleh Rasulullah waktu itu adl beliau sangat terkenal krn kejujuran dan sangat amanah dalam memegang janji. Sehingga tak ada satupun orang yg berinteraksi dgn beliau kecuali mndapat kepuasan yang luar biasa. Dan ini merupakan sebuah nuansa dgn pesona tersendiri bagi warga Jazirah Arab. apalagi kemuliaan akhlak seakan menebarkan pesona indah kepribadiannya.

Pun ketika beliau tak memiliki uang utk berbisnis sendiri ternyata beliau banyak menerima modal dari orang-orang kaya Mekkah yg tak sanggup menjalankan sendiri dana mereka dan menyambut baik seseorang yg jujur utk menjalankan bisnis dgn uang yang mereka miliki berdasarkan kerjasama. Tiada lain krn sejak kecil Rasulullah telah dikenal oleh penduduk Mekkah sangat rajin dan penuh percaya diri. Dikenal pula oleh kejujuran dan integritas dibidang apapun yg dilakukannya. Tak berlebihan bila penduduk Mekkah memanggil dgn sebutan Shiddiq dan Amin .

Salah seorang pemiliki modal itu adl Khadijah yg kelak menjadi istri beliau yg menawarkan suatu kemitraan berdasarkan sistem bagi hasil . Dan subhanallaah kecakapan Rasulullah dalam berbisnis telah mendatangkan keuntungan dan tak satupun jenis bisnis yg ditangani mendapat kerugian. Selama bermita dgn Khadijah inilah Rasulullah telah melakukan perjalanan dagang ke pusat bisnis di Habasyah dan Yaman. Beliau pun empat kali memimpin ekspedisi perdagangan utk Khadijah ke Syria dan Jorash.

Diantara hal yg terus menerus harus kita teladani dari Rasulullah dalam interaksi bisnis adl beliau sangat menjaga nilai-nilai harga diri kehormatan dan kemulian dalam proses interaksi bisnis ini. Bisnis bagi Rasulullah SAW tak hanya sebatas perputaran uang dan barang tapi ada yg lbh tinggi dari semua itu yaitu mejaga kehormatan diri. Sehingga keuntungan apapun dari tiap transaksi yg beliau dapatkan maka kemuliaan justru semakin menjulang tinggi. Semakin dihormati semakin disegani dan ini menjadi aset tak ternilai harga yg mendatangkan kepercayaan dari para pemilik modal.

Dengan kata lain modal terbesar dari seorang yg menjadi pengusaha sukses pemimpin sukses atau ilmuwan sukses dalam disiplin ilmu apapun ternyata jiwa entrepreneur ini harus dikembangkan sejak awal. Pembangunan harga diri pembangunan etos kerja pembangunan karir kehormatan sebagai seorang jujur yg terbukti teruji dan sangat amanah terhadap janji-janji jikalau hal ini ditanamkan dilatih sejak awal maka akan membuahkan kepribadian yg sangat bermutu tinggi dan ini menjadi bekal kesuksesan bekerja dimanapun atau kesuksesan mengemban amanah jenis apapun.

Dan yg paling perlu digaris bawahi Rasulullah SAW mengadakan transaksi bisnis sama sekali tak untuk memupuk kekayaan pribadi tetapi justru utk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnis dgn etika yg tinggi dan hasil yg didapat justru utk didistribusikan ke sebanyak umat. Sehingga kesuksesan mampu membawa banyak dampak positif yaitu kesuksesan dan kesejahteraan bagi umat yg lainnya. Dan inilah yg menyebabkan kepribadian junjungan kita Rasullah SAW begitu monumenatal baik dalam mencari nafkah maupun dalam menafkahkan karunia rizki yang diperolehnya.

Semoga kita semua mampu merenungi kejujuran diri amanah dan kegigihan dalam menjaga kehormatan harga diri kita selaku umat Islam.**

Sumber: http://blog.re.or.id/kewirausahan-tausyiah-aa-gym.htm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 21, 2010 in Enterpreneur

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: